Akan Cinta yang Belum Bernama
kata teman:
Cinta itu masih belum bernama…
tapi aku mengelak,
mungkin sudah,
tapi nun jauh di sana,
entah di ufuk barat pulau bernama itu…
kata ibu:
luluskan dulu sekolahmu itu…
tapi aku meyakinkannya,
mungkin harus ditumbuhkan dulu,
siapa tahu janji itu akan benar-benar bertemu,
pada suatu pagi,
tepat suatu ketika,
aku menemukan sebuah teori ekonomi baru…
kata kolega:
urus dulu bisnismu itu…
tapi saya balik menentang,
siapa kamu?
berani-berani mengatur hidupku
uruslah bagianmu itu dulu,
yang belum selesai dari dini lalu…
tapi Tuhan terlalu bijak untuk berfirman,
sampai aku tak dapat lagi berkata-kata…
akan Cinta yang belum bernama,
Dia selalu mengingatkanku,
Aku yakini itu…
tinggal kuatkan segenggam niat,
kepalkan sedikit keberanian,
lalu kuucapkan itu
di depan seseorang yang selalu kau banggakan
yang peluhnya selalu jadi tempatmu bernaung…
Ya!
lalu Cinta menjadi bernama…
segera pada suatu ketika itu,
ku kan coba membuat rindu,
untuk satu hatimu,
yang tak pernah jemu
Biar kucinta selalu…
-notes-
.:tuk seorang doktor ilmu ekonomi di masa mendatang:.
‘kau harus mengerti, cinta tak kan pernah
menghalangi seseorang tuk mengejar takdirnya’
-paulo coelho-