Entah (imaji)…
mungkin nanti, entah untuk siapa…
ku sendiri harus berterus terang
ku tak tahu untuk melukiskannya…
entah hanya sebuah impian yang tak kunjung padam,
atau sekedar imaji yang tak mau berhenti untuk sekedar mati…
cuma itu pintaku…
tuk sesosok masa yang tak berbentuk zaman,
tuk seonggok tempat yang tak kan terikat medan,
mungkin nanti, setelah ini…
setelah kita membereskan cawan petri yang penuh dengan bakteri,
atau malah mungkin nanti,
mungkin setelah ini,
setelah kita sadar kita mampu merumuskan sebuah teori ekonomi
to: seluruh anggota laskar M
Mantabzzzz…….,
sebuah teori ekonomi.
Mungkin nanti,
setelah aku mampu meremuskan algoritma face recognation.
Comment by agungfirmansyah — April 30, 2008 @ 9:49 am |
gung..gung
aneh sampeyan….
woi..woi…
sorry ya ga daten lagi 2 minggu
Comment by hanief — May 3, 2008 @ 5:37 am |