Sabtu, 23 Agustus 2008
pagi yang luar biasa segar…
ketika kami bisa memulai sebuah hari dengan pemikiran baru,
ini (-pemikiran itu-) adalah modal, untuk beranjak dari sebuah tempat
ke tempat yang lain,
beranjak, dari sebuah mimpi ke mimpi yang lain…
(jelas) bahwa banyak orang yang menganggapnya
khayal belaka (-ngemeng doang, kata teman saya-)
tapi saya tetap menganggapnya sebagai bagian
dari kontemplasi hidup…
sebuah bekal yang saya tulis di masa muda,
untuk sebuah refleksi yang akan digunakan
ketika mimpi-mimpi itu sudah berbentuk
dan khayalan itu, pelan-pelan menjadi kenyataan…
karena hidup harus abstrak,
namun terimajinasikan konkret…
dalam ruang pikiran kemungkinan (space of possibilities)
begitu seorang tetangga, yang juga seorang calon psikolog
menasihati diri ketika kegagalan itu saya ceritakan…
‘rasa takut itu terlalu anda ciptakan sendiri,
maka, yang membuat anda gentar melangkah
bukan karena kemampuan anda yang kurang atau
masih diragukan orang-orang sekitar,,,
tetapi imajinasi ketakutan yang anda bangun sendiri’
-thanks,mat!-