zoelzul

October 30, 2008

***kumpulan puisi***

Filed under: diary — zoelzul @ 8:23 am

***kumpulan puisi***

Benarkah Cinta?
16/10/2008

Rinduku di Penghujung Hari
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Untuk Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Bertemu Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Untuk yang Selalu Kami Cintai:
2/08/08

(1)
Benarkah Cinta?
16/10/2008

… engkau lihat bulan di malam, dini, dan pagi ini?
indah bukan?
binar dan berpendar, kan?

bukan, Cinta…
aku bukan akan memujimu dengan
analogi engkau dan dia
karena kuyakin
itu terlalu klise
untuk didengungkan ulang

hanya aku ingin mengatakan sesuatu
sambil bertanya padamu
lewat kata ini…

‘benarkah cinta namanya,
kalau dia menghalangi mimpi kita
tuk arungi dunia?’

‘lalu apakah memang cinta namanya,
kala ia hanya mengenal kata kompromi,
dan bukan saling menyemangati…’

‘betulkah Cinta?
harus engkau panggil dia,
meski tak mampu
bersama menggenggam bara
di secuil terik dunia’

dan kini kubertanya kembali,
‘benarkah cinta namanya…
jika ia hanya sanggup berkata…
“sedang apa kau di sana?” ‘

(2)
Rinduku di Penghujung Hari
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Engkau bertanya padaku tentang rindu…
percayalah!
ia hanya kumpulan waktu

saat-saat semakin khusyuk,
di tengadah ini aku berdoa untukmu
biar kutitipkan rindu ini,
hanya pada-Mu selalu

Tenanglah…
sebentuk rindu ini terlalu khidmat,
untuk kau samakan
dengan perjalanan singkat
yang hanya kita berdua di sana

aku percaya…
biarlah ia terang abadi di ufuknya
dan penuh makna di perjalanannya
sampai kita bertemu
… pada suatu masa
setelah mega itu,
jelas berwarna Jingga

lalu kita akan ukir kembali,
sebait-bait anyaman puisi kita sendiri…
indah kita nikmati
Kelak….
di rindunya penghujung hari

(3)
Untuk Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Cinta,    perhatikan sejenak aku menyapa…
lewat embusan bianglala
atau sekedar lewat goresan pena

Cinta,     izinkan sungguh aku melangkah
biar penuh batu berbongkah
atau terhuyung sudah aku di seribu langkah

Cinta,     bolehkah sekejap aku mengetuk
agar sedikit lega rasa yang berkecamuk
dan pada hati yang begitu terpuruk

lalu biarkan,
bersama, cinta…
kita terbang taklukan cakrawala

(4)
Bertemu Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

kalau kau bersua bintang
titipkan saja peribahasaku padanya
‘setiap bintang memiliki cahayanya sendiri’
begitu juga kita, bukan?

jika engkau bertemu bulan,
sampaikan pula kataku padanya
‘bulanlah yang begitu setia mengiring bumi,
kekasihnya yang begitu ia cintai’
pun begitu kita, bukan?

nanti, bila kau bersua gunung,
kabarkan salamku padanya
‘kokohmu begitu perkasa,
meredakan kami bergoncang dari rotasi ini’
begitu juga ayah bunda kita bukan?
mengokohkan kita selalu untuk melangkah
agar tegak, tapak demi tapak kita

dan ketika suatu pagi,
engkau bertemu cinta…
kabarkan dia, bahwa:
‘Cinta membuatku menemukan segalanya:
menemukan bintang, bulan, dan gunung,
serta semua komponen alam semesta lainnya

karena cinta!
dialah senyawa utama
yang mampu menjelaskan
mengapa kita dan alam ini tercipta

(5)
Untuk yang Selalu Kami Cintai:
2/08/08

Hujan tak henti mengguyur kota ini…
tak biasa hari menjelang malam diselimuti hujan begini…
gerimis…
agak deras….
lalu deras, semakin deras..
kemudian lagi,
kembali,
gerimis….

Mungkin seperti itulah hidup dan semangat yang ada di hati kami,
kadang hanya gerimis,
lalu menjadi gumpalan hujan yang deras…
kemudian lagi,
gerimis kembali…

Tapi ada satu hal yang disadari…
tetap harus ada satu tujuan yang harus dicapai dalam hidup…
walaupun jalannya berliku,
dan hujannya tak pernah mau berhenti…
tetap saja, semuanya adalah:
bagian dari pengalaman indah yang tak kan kami lupakan…

Agar tak pernah terlupakan dan dapat diceritakan…
bagaimana awal mulanya suatu kejadian…
kemudian agar semua mampu melihat dan merasakan,
bahwa sudah semestinya ada,
kesyukuran yang tak pernah henti itu,
dalam hidup yang kami lalui ini..

Entah berapa syukur itu harus kami terus ulangi,
untuk menunjukkan,
bahwa Engkau selalu kami cintai…
Robbi..

No Comments Yet »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a comment

Blog at WordPress.com.