Pagi ini kutulis lagi igauan
untukmu sendiri,
sambil aku terus berfikir
tentang kelahiran sebuah generasi
atau tentang kondisi ummat ini
yang tak kunjung berhenti
menganiaya dirinya sendiri
di sini,
tentu ada sekumpulan lagi
orang-orang yang masih memiliki cita itu
bergerak, taat, lalu berusaha
sepenuh hati melalui jalan-jalan ini
kadang kita terlalu sempit memandang dunia ini,
itu buktinya:
engkau masih saja mendengarkan
kokok-kokok ayam di belantara sana,
sementara angin-angin dingin itu
mulai meninggalkan jejak-jejak
menggigil di tubuh adik-adik kita…
tentu, kita bukan menara gading
di tengah kondisi yang semakin
tak membaik…
maka, bertahanlah sebentar di sini,
karena engkau baru saja sampai,
belum pula kau selesai pula mendengarkan
ceritaku tentang utopi-utopi itu:
tentang pusat cahaya, tentang
imaji komuniti, atau tentang ladang-ladang
yang belum kita rawat sejak dini lalu…
apalagi lagi yang kau ingin cari…
cuma uang setumpuk senti itu?
atau hanya angan orang kebanyakan:
berladang, atau kaujual tenagamu
untuk sekedar sebuah pengakuan:
bahwa kau memang orang yang mampu
lulus kualifikasi…
pertanyaan selanjutnya,
kukira masih satu tema:
maukah engkau tetap berjalan
denganku hingga nanti?
dan untuk pertanyaan ini,
kurasa biar waktu yang menjawabnya
sendiri…