Manusia yang Dicinta
untuk mimpi setiap orang yang tak kunjung padam:
>kak, buatkan puisi!
>hanya untukku saja, ya…
karena pagi tadi,
>aku bermimpi tentang bintang terang itu…
>dan bukannya kakak pernah bilang, ya:
‘setiap bintang memiliki cahayanya sendiri’
>lalu, bintang kita yang mana, ya?
<ya, yang jelas, bukan yang sebelah selatan itu kan?
<karena kita akan lekas menjelang dinginnya angin utara*..
dan bintang di utara selalu berwarna kemerah-merahan..
dan tak akan pernah kunjung padam…
April – einundzwanzig
*buat unang-
Ya, seperti kata ‘Unang’,
“Cinta itu memberi, hidup itu berkontribusi”.
^_^
Apa kabar, Hanief?
Slg mengingatkan y… Keep contact! ^_^
Comment by Asti Latifa Sofi — May 28, 2009 @ 7:44 am |
wah, menggunakan terminologi “unang” nih! gak boleh ah
keren zoel. nice poetry like others that you’ve ever created
Comment by akhdaafif — June 13, 2009 @ 4:15 pm |
Haha, ada yg marraaah. Ampun, Unaaang…
Comment by Asti Latifa Sofi — July 30, 2009 @ 1:12 pm |