zoelzul

April 22, 2009

Manusia yang Dicinta

Filed under: diary — zoelzul @ 10:37 am

Manusia yang Dicinta
untuk mimpi setiap orang yang tak kunjung padam:

>kak, buatkan puisi!
>hanya untukku saja, ya…

karena pagi tadi,
>aku bermimpi tentang bintang terang itu…

>dan bukannya kakak pernah bilang, ya:
‘setiap bintang memiliki cahayanya sendiri’

>lalu, bintang kita yang mana, ya?
<ya, yang jelas, bukan yang sebelah selatan itu kan?

<karena kita akan lekas menjelang dinginnya angin utara*..
dan bintang di utara selalu berwarna kemerah-merahan..
dan tak akan pernah kunjung padam…

April – einundzwanzig
*buat unang-

February 16, 2009

Igauan Satu Tema

Filed under: diary — zoelzul @ 4:08 am

Pagi ini kutulis lagi igauan
untukmu sendiri,
sambil aku terus berfikir
tentang kelahiran sebuah generasi
atau tentang kondisi ummat ini
yang tak kunjung berhenti
menganiaya dirinya sendiri

di sini,
tentu ada sekumpulan lagi
orang-orang yang masih memiliki cita itu
bergerak, taat, lalu berusaha
sepenuh hati melalui jalan-jalan ini

kadang kita terlalu sempit memandang dunia ini,
itu buktinya:
engkau masih saja mendengarkan
kokok-kokok ayam di belantara sana,
sementara angin-angin dingin itu
mulai meninggalkan jejak-jejak
menggigil di tubuh adik-adik kita…

tentu, kita bukan menara gading
di tengah kondisi yang semakin
tak membaik…
maka, bertahanlah sebentar di sini,
karena engkau baru saja sampai,
belum pula kau selesai pula mendengarkan
ceritaku tentang utopi-utopi itu:
tentang pusat cahaya, tentang
imaji komuniti, atau tentang ladang-ladang
yang belum kita rawat sejak dini lalu…

apalagi lagi yang kau ingin cari…
cuma uang setumpuk senti itu?
atau hanya angan orang kebanyakan:
berladang, atau kaujual tenagamu
untuk sekedar sebuah pengakuan:
bahwa kau memang orang yang mampu
lulus kualifikasi…

pertanyaan selanjutnya,
kukira masih satu tema:
maukah engkau tetap berjalan
denganku hingga nanti?

dan untuk pertanyaan ini,
kurasa biar waktu yang menjawabnya
sendiri…

December 3, 2008

Kapitalisme Gagal!

Filed under: diary — zoelzul @ 3:30 pm

Kapitalisme terbukti gagal. Dia terbukti hanya meninggalkan kegamangan berupa ekonomi-ekonomi balon yang dari hari ke hari semakin menggelembung?

Bagaimana kegagalan kapitalisme?

kita lihat di posting selanjutnya….

December 2, 2008

Dipaksa Nulis: sama temen2 sekampung

Filed under: diary — zoelzul @ 12:11 pm

Dari Sebuah Kesadaran

Ada sesuatu yang kadang aku lupa syukuri ketika itu. Ketika aku memulai menggambar masa depan pascasekolah menengah. Ketika tidak lagi menjadi siswa dan akan beranjak memasuki dunia baru yang aku sendiri sama sekali belum mengenalinya. Dunia itu bernama kampus.

(more…)

November 13, 2008

Menjadi Intelektual

Filed under: diary, opini — zoelzul @ 1:53 pm

Menjadi Intelektual

Menjadi intelektual adalah sebuah keharusan, bahkan menjadi kewajiban. Bagi kita, yang sudah terlanjur masuk ke dalam sebuah arus transformasi struktural. Mengapa? Sebab, intelektualitas kemudian menjadi bahasa lain pengakuan dan penguasaan ilmu pengetahuan sekarang. Pada era di mana kemapanan intelektualitas sudah sedemikian menjadi seiring makin menetapnya dominasi knowledge era.
Pertanyaan yang muncul kemudian adalah seberapa signifikan, besar, ataupun kuatkah pengaruh intelektualitas yang kita miliki untuk dapat mengubah dan me’revolusi’ kehidupan dan tatanan masyarakat. Hal tersebutlah yang seharusnya menjadi pertanyaan besar, sedemikian besar, sampai kemudian kita selalu berfikir tentangnya, bahkan jauh sebelum berfikir bagaimana menjadi intelektual.
Maka, mungkin langkah itulah yang kemudian menginspirasi Natsir, seorang ulama sekaligus cendekiawan muslim terbaik di zamannya, tatkala memutuskan untuk tidak mencari gelar sarjana hukum di Belanda. Di kala itu, pencapaian tersebut menjadi banyak impian dan idaman para tamatan AMS di Bandung. Pada akhirnya, dia memutuskan untuk merintis pendidikan Islam mulai dari kota tersebut (Mengenang 100 tahun M. Natsir: Berdamai dengan Sejarah). Itulah salah satu dari sebenar-benarnya intelektual.
Di sisi lain, menjadi intelektual sebenarnya secara substansi adalah bagaimana membentuk pola pikir yang benar. Bebas dari segala kontaminasi pragmatisme yang mematikan. Mereka –kaum intelektual tersebut– harus jernih memandang masalah. Sebab, di tangan merekalah kebenaran dan kebijaksanaan negeri ini dipertahankan. Bukan malah melacurkan diri menjadi ‘pion-pion’ kekuasaan atau pilar legitimasi penjajahan,korporasi yang kata Amien Rais disebut dengan sebagai praktek intellectual prostitute.
Tatkala itu terjadi, berkacalah kita. Seberapa berat tanggung jawab yang sebenarnya kita emban ketika melacurkan intelektualitas tersebut. Tak cukup sebatas kata tentunya, tetapi pasti ada pembuktian panjang. Nanti. Sebentar lagi. Ketika kita menjadi bagian dari selapis baru intelektual negeri ini. Melacurkan diri atau tidak sama sekali, sekaligus paham konsekuensinya. Hilang, terancam, termarginalisasi, bahkan dilupakan oleh sejarah bangsa sendiri.

-teriring doa:
semoga menjadi golongan orang-orang yang diberikan hikmah,
bukan sekedar seonggok ilmu pengetahuan-

October 30, 2008

***kumpulan puisi***

Filed under: diary — zoelzul @ 8:23 am

***kumpulan puisi***

Benarkah Cinta?
16/10/2008

Rinduku di Penghujung Hari
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Untuk Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Bertemu Cinta
4 Oktober 2008:
08.00-10.00

Untuk yang Selalu Kami Cintai:
2/08/08

(more…)

August 25, 2008

Refleksi Pagi!

Filed under: diary — zoelzul @ 10:38 am

Sabtu, 23 Agustus 2008

pagi yang luar biasa segar…

ketika kami bisa memulai sebuah hari dengan pemikiran baru, (more…)

August 7, 2008

Akan Cinta yang Belum Bernama

Filed under: diary — zoelzul @ 5:12 am

wah, pengen nge-post lagi

kemaren iseng-iseng bikin puisi…

tapi sayang ga bisa di post karena filenya ga bisa dibuka

— puisi yang keren…. tungguin ya!

June 10, 2008

Masa itu Bernama ‘Lalu’

Filed under: diary — zoelzul @ 8:25 am

Ya, ini adalah beberapa pengingatan dari waktu yang bernama lalu (baca: masa lalu)

Sekedar sebuah pengingatan bahwa hidup haruslah bergelombang, terombang-ambing, lalu kembali tenang…

Selamat jalan masa lalu! kami akan selalu mengenangmu, dan menjadikanmu pelajaran, untuk kami dan orang-orang yang datang kemudian…

Masa lalu juga fragmen. Potret diri kita, yang kita akan pertanggungjawabkan kelak dihadapan-Nya.

Jadi inget, kata-kata di theme song-nya doraemon:

Kita hidup di bumi ini, hari ini, esok, dan seterusnya…

Kami menamainya sebagai:

kumpulan episode Kaf-Ha-Ya-‘Ain-Shod *

Episode kaf – sebuah pengingatan

Hanya orang yang tegar di jalan dakwah yang akan merasakan kenikmatan perjuangan dan mendapatkan kemuliaan. Semoga Allah menghunuskan kesabaran ke rongga dada kita dan menyuburkan hati kita dengan limpahan iman. Kapan bergerak lagi?

-teriring ucapan saya kepada pengirim pesan ini ‘v’: afwan, kalau amanah ini tidak sanggup saya emban maksimal. terlalu banyak hal yang membuat saya merasa bingung untuk mengoptimalkan amanah itu (disorientasi bahasa kerennya). mudah-mudahan ini tidak membuat kecewa. percayalah, kalau saya tidak sanggup menjalankan amanah, biarlah Allah SWT menggantinya dengan seseorang yang lebih baik lagi-

10 maret 2007, 21.00.40

Amanah adalah sesuatu yang berat. Yang membuatnya berat adalah pertanggungjawabannya di hadapan Allah dan kerugian yang ditanggung orang sekitar karena kita melalaikan hak mereka. Gimana amanah …. kita? Afwan kalau selama ini ana mendzalimi atau berbuat salah sama antum. Mari hidupkan … kembali

-tidak ada yang salah dengan bintang, yang salah adalah siang yang terlalu terang untuk sang bintang. pola komunikasi itu kuncinya. saya merasa tidak dapat membangun pola komunikasi yang baik dengan semuanya (ketika itu), termasuk pengirim pesan tsb-

Episode ha – sebongkah integritas

Hanif, assalam. Aku stress banget nich, gak ada yang bantuin aku dan aku gak bisa trace back data-data penerimaan yang … juta itu sendirian. … gak bisa dihubungin, aku pengen banget selesai besok. Gimana ya hanif? Maap kalau aku cengeng, tapi aku bener-bener butuh bantuan orang ini. 07.18 pagi 2 september 07

-sambutan pertama ketika menerima sms ini: ini orang “hongkong” [mengutip bahasa ‘dede’] banget sich. tapi sesaat setelah itu bisa langsung berfikir rasional, langsung telepon beberapa teman buat bantuin dan jawabannya gak bisa semua… ting! gubrak… in the end, sebagai seseorang yang merasa sangat bertanggung jawab terhadap hal tersebut, akhirnya dengan ber”senang” hati datang ke sana, menawarkan diri, apa yang bisa di bantuin. comment: orang seperti ini cuma butuh diyakinkan n di…… (,sebenarnya), untuk melakukan sesuatu-

Episode ya – sepotong pengakuan

Assalam, nif. Syukron atas undangannya. Antum sudah berhasil menjadi pemimpin yang sukses, yang mampu memanage 2 amanah dengan balance. DKFE pasti selalu butuh dengan orang-orang seperti antum”

25/9/07 20.18.30

-hmm… baru sekali ini orang seperti dia memuji-muji dan sekali memuji berlebihan lagi. tapi baguslah, paling tidak masih punya sisi hati untuk memuji orang lain… hehe. no offense, n gue suka gaya loe (yang di luar pakem itu)!-

Episode ‘ain – di ufuk tantangan

Orientasi _ _ _ _ apa? Konkret external apa? Lantas kalau internal apa yang bisa diperbuat _ _ _ _ kalau ada ‘saudara’nya yang ip-nya rendah? …

6 nov dua ribu tuju 18.57

politik adalah kereta untuk sampai tujuan. gerbongnya adalah …., …., relnya adalah …….., masinisnya adalah keimanan. Jangan sampai kita mogok karena kita. keep fight” 24.12.07

-sungguh menampar kata-katanya, tapi memang seperti itulah kenyataannya. kita tidak bisa berbuat apa-apa, selain merencanakan program yang hanya bergerak di lingkaran obat nyamuk yang terus berputar makin ke dalam. teman diskusi yang luar biasa, mulai dari islamic economics sampai political in economy. sekarang, ia sedang membuktikan sendiri, bahwa peran menentukan kontribusi dan apa yang akan dikontribusikan. semangat teman! anda orang hebat! koleris mutlak yang mungkin akan jarang ditemui kecuali di dunia lain (mungkin).

Episode shad – ceracau keputusan

tiga belas januari nol delapan

perubahan yang dipompa oleh raihan jabatan akan berhenti seiring dengan tercapainya jabatan itu. pemimpin yang menjadikan uang sebagai motivasi, akan berhenti melakukan perubahan saat uang sudah digenggam. Para pemimpin yang menjadikan ‘keinginan melakukan kebaikan’ sebagai motivasi, takkan berhenti menabur kebaikan sebab kebaikan tak terbatas dan tak pernah habis. tetap istiqomah!

-dahsyat lu, prendz! tapi sayang, kita mungkin belum ditakdirkan untuk bekerja dalam satu tim di masa ini, mungkin nanti… (pengulangan masa lalu itu saya yakin akan terjadi) setelah semuanya selesai dan kita akan banyak berceracau tentang hitam, merah, dan biru jalan ini…-

well, ok! Just prove it, hanif! Then we’ll see it whether you really a great leader or not!

13/1/08

-ini tantangan, dan saya harus menghadapinya! ujar saya ketika itu. selanjutnya: keren juga orang kayak gini. cukup menimbang dengan berani atau tidak, lalu kerjakan atau tinggalkan. tapi sebenarnya saya punya prinsip: hidup bukan sekedar berkata ‘katakan hitam adalah hitam, katakana putih adalah putih’, ada kebijaksanaan yang kita cari dan ada negoisasi yang kita harus sepakati (hehe, kata-katanya orang yang phlegmatis banget. Ya kan?). begitu seharusnya kan ya? (frasa ‘kan ya?’ meniru gaya felix siauw)-

saya percaya hanif punya kapasitas sebagai pemimpin walaupun bukan itu tempatnya, semoga semua bisa diambil hikmahnya, tetap semangat ya untuk _ – _ – _ – _ – _ – _ di tempat ini dan di masa depan” 7/2/08.21:18

-gaya orang melankolis (saya kira), menyentuh dan berusaha memberi arti. bagus! cukup menghibur ketika itu, terlebih dalam keadaan tertekan (yang amat sangat) di momentum itu-

akhirnya, kita akan menyadari, sampai di sebuah titik yang disebut dengan instrospeksi. untuk terbang, melayang, dan mungkin takkan hinggap lagi.

sampai nanti, entah…

ketika kita nantinya menjadi “diri sendiri”

menjadi dirimu sendiri, sebaik-baik dirimu

-quote from file ‘end.doc’-

* inspired by surat maryam, yang menjelaskan fragmen kehidupan orang-orang sholeh

June 7, 2008

Surat dari Kakak

Filed under: diary — zoelzul @ 7:50 am

Apa kabar adek-adekku di sman 1 tegal? Mudah-mudahan baik-baik saja ya. Semoga Allah SWT selalu memberikan limpahan kasih sayangnya untuk adek-adek kami tercinta. Semoga adek-adekku selalu dimudahkan oleh-Nya dalam beraktifitas di sekolah, untuk belajar dan mengaktualisasikan diri lewat organisasi. Dan jangan lupa untuk selalu menjadi bagian dari orang-orang yang menyeru pada kebenaran (berdakwah, bahasa kerennya), paling tidak sekedar mengingatkan teman-teman di sekitarnya untuk selalu belajar tentang Islam dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi apa yang dilarang-Nya.

Kalau adek-adek, tentu sedang penuh dengan aktvitas ya sekarang? Pasti sibuk ya? Belajar, bantu orang tua, ngerjain PR, belum lagi tugas-tugas lainnya. Oya, belum lagi sibuk ngurusin organisasinya -terutama buat aktivis sekolah-, OSIS, rohis, buletin INSANI, atau organisasi yang lain di sekolah. Beberapa teman juga mungkin sibuk dengan persiapan olimpiade mapel, lomba ini, itu, dll. Belum lagi ada yang ikut bimbingan belajar, les ini, les itu buat ngejar standar UN yang makin tinggi aja. Pasti capek banget ya?

Tapi, percayalah adek-adekku, kami dulu juga seperti kalian. Banyak tugas dan PR dari guru yang harus dikerjakan. Belum lagi tuntutan organisasi yang menuntut kami berkorban ekstra: tenaga, waktu, dan pikiran. Belum kepanitiaan ini itu yang bikin kami juga terkadang banyak meninggalkan pelajaran.

Oya, kabar kegiatan keislaman di sekolah sekarang? Dulu ada pengajian akhir pekan, setiap sabtu siang, Cermin Hati atau cerhat namanya? Masih diadakan rutin kan sekarang? Dulu juga, di akhir pekan ikhwan-ikhwan pengurus Rohis dan OSIS sering mabit (malam bina iman dan takwa / menginap) di musala Baitul ‘Ilmi, sekarang kakak yakin, tentu lebih sering bukan? Paginya, sehabis mabit, kami biasa maen bola di lapangan sekolah atau balap lari ke PAI. Masih adakah? Dan ketika kami sudah beranjak kelas 3, musala baitul ilmi di pagi hari biasanya bertambah ramai. Temen-temen kami di kelas 3, banyak yang ingin memperbanyak amalan sunnahnya, salat dhuha di musala baitul ilmi. Supaya dimudahkan kata mereka, dalam belajar untuk lulus ujian. Sekarang, masih seperti itu ga, dek?

Dan, Alhamdulillah, semua masa itu telah kami lalui dengan baik. Kami tentunya selalu akan terkenang dengan masa-masa itu. Mengejar prestasi akademik, berorganisasi, dan selalu berusaha menjaga ibadah kepada-Nya.

Untuk adek-adekku, insya Allah, kami –selaku kakak-kakak yang telah lebih dulu melalui semua itu– selalu yakin, adek-adek tentunya bisa menjalankan semuanya dengan lebih baik lagi. Amien.

Oya, kakak juga punya beberapa tips singkat untuk adek-adek untuk dapat menjalani aktivitas dengan baik. Rumusnya gampang diinget lho? SOT, Semangat-Optimis-Tahu tujuan yang ingin dicapai. Dalam menjalani aktifitas, kita mesti ber-semangat. Semangat memberikan kita motivasi untuk selalu berbuat terbaik dan selalu antusias dalam menjalani setiap aktivitas.

Selanjutnya, kita juga harus optimis dalam menjalani setiap aktivitas. Optimis akan membentuk karakter diri yang tidak mudah menyerah dalam menghadapi tantangan. Orang optimis akan selalu yakin dan berpandangan positif terhadap kesulitan, seberapapun beratnya. Bukankah dalam Qur’an, Allah berfirman, “Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan yang mudah dan memberikan rizki dari arah-arah yang tidak disangka-sangka

Tahu tujuan yang dicapai memberikan kita gambaran, apa sebenarnya yang ingin kita tuju dari aktivitas yang sedang kita lakukan. Semua aktivitas yang kita lakukan, niatkan untuk Allah semata.

Terakhir, kakak yakin jalan yang adek-adek miliki masih panjang. Maka, manfaatkan masa muda dengan sebaik-baiknya dan jangan lupa siapkan masa depanmu dari sekarang dengan bercita-cita sebaik mungkin.

Kelak, adek-adek harus buktikan, bahwa seorang muslim –terutama anak rohis, misalnya– bisa jadi orang sukses, tak hanya dunia, tapi juga akhirat. Ok, setuju kan sama pesan kakak! Tetap semangat ya, dek!

aku terbangun ketika mimpiku belum usai,

maka aku melangkah untuk mewujudkannya…

Cirebon Ekspress, Tegal-Jakarta

21 Mei 2008, 06.35 – 07.35

Untuk buletin INSANI spesial for alumni:

(Notes: ini bagus buat pembuka)

—credit: rumus SOT from eric m naris, ketua rohis sma 8 (th berapa ga tau tuch),

Next Page »

Blog at WordPress.com.